Tanggal Posting

December 2011
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Aktifitas


Selasa yang Seru

tulisan: Nur Alfia Rahmah

Hari Pertama Sekolah

 

Melissa dan Melinda adalah anak kembar. Meskipun kembar, mereka berdua mempunyai kesukaan dan sifat berbeda. Melissa lebih periang, lebih mudah marah, dan suka bermain basket. Sedangkan Melinda, dia lebih kalem, tidak suka berdebat, dan suka bermain bulu tangkis serta berenang. Mereka berdua serta keluarganya, yaitu orangtuanya dan kakaknya, Kak Ina, baru saja pindah ke Depok.


Baru saja 1 hari di rumah, Melissa dan Melinda sudah di sekolahkan oleh orangtuanya di SD Tunas Bangsa 2 di dekat rumahnya. Melissa dan Melinda akhirnya menyiapkan tas sekolah dan seragamnya untuk sekolah besok.
Besoknya, Si Kembar bersiap-siap pergi ke sekolah. Mereka berangkat dengan berjalan kaki karena sekolahnya dekat.
“Eh, ini kan sekolah kita? Tulisannya sih SD Tunas Bangsa 2….,” tanya Melissa.
“Ya, iyalah… Tulisannya saja begitu. Eh, yuk, kita masuk, kata ayah-ibu, kita masuk kelas 4-B…,” jawab Melinda sambil mengajak Melissa masuk.
“Eh, yuk!” jawab Melissa,”hmm… kelas 3-A, 3-B…., Nah, kelas 4-B!”
“Hei Melinda! Jangan bengong terus! Ayo kita masuk!” seru Melissa. Melinda hanya tersenyum.
Tok..Tok.. Melissa mengetuk pintu kelas 4-B. Krekk… pintu terbuka. Tampak seorang ibu guru berdiri di depan pintu.
“Ya, ada perlu apa ya?” tanya guru itu ramah.
“Eh, kami Melissa dan Melinda, murid baru di sekolah ini, kata orangtua kami, kami masuk kelas 4-B,” jawab Melissa ragu-ragu.
“Oh, ya, silakan masuk, Melissa dan Melinda!” kata guru itu lagi,”Ya, anak-anak, sekarang di kelas kita ada murid baru, namanya Melissa dan Melinda,” “Ayo, Melissa, Melinda, perkenalkan diri kalian,” kata guru itu.

Selasa Yang Seru

Inilah hari kedua Two Mell di sekolah. Sekarang, mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Mereka memakai seragam olahraga dari rumah karena pelajaran pertama adalah pelajaran olahraga.
“Ayolah, Mels. Apakah kamu sudah merapikan rambutmu?” tanya Melinda pada Melissa yang sedang membetulkan bandonya. Mels adalah panggilan singkat untuk Melissa.
“Iya, Meln. Kamu duluan saja. Itu, kunciranmu juga merosot,” Melissa menunjuk kunciran Melinda. Meln adalah panggilan singkat untuk Melinda.
“Ayo, Mels! Cepat! Waktunya sarapan! Ayo kita turun,” ujar Melinda. Ya, mereka turun tangga karena rumah mereka bertingkat dua.
“Ya, Meln! Aku sudah siap! Come on !” sahut Melissa. Mereka segera turun tangga untuk sarapan. Mereka sarapan dengan nasi goreng.
“Hmm… Enak sekali nasi gorengnya! Sekarang aku sudah kenyang! Ayo, Meln, kita berangkat!” sahut Melissa pada Melinda yang sedang menyuap sesendok terakhir nasi gorengnya.
“Ya, Mels, tunggu sebentar! Aku rapikan dulu sepatuku,” jawab Melinda,”Ya, Mels, ayo kita berangkat! Assalamu’alaikum, Bu, Yah!” Melinda mengucapkan salam.
“Assalamu’alaikum, Bu, Yah!” kata Melissa mengucapkan salam.
Sesampainya di sekolah…
“Hei, friends! What are you doing ?” tanya Melinda pada teman-temannya.
“Kami hanya membicarakan nanti tentang latihan IPA, menurutku, itu sangat sulit! IPA yang menyebalkan!” dengus Fizah.
“Wah, menurutku IPA sangat seru! Untung, kita sudah belajar tadi malam,” ujar Melissa.
“Yeah, lumayan IPA tuh!” ujar Nida.
“Hei, Rina, Ana, dan Velicia mana?” tanya Melinda bingung.
“Velicia sih katanya ada urusan keluarga, Rina dan Ana belum datang,” jawab Fizah cepat.
“Oh, begitu, ya,” kata Melinda singkat.
“Eh, friends, itu Ana datang! Dia lagi ke parkiran sepeda!” tunjuk Melissa.
“Ya, Melissa, dia sedang berjalan ke kita,” ujar Nida.
“Hello, teman-teman! Lagi ngapain?” tanya Ana.
“Hmm.. Kita lagi membicarakan IPA,” jawab Nida.
“Wah, IPA kan seru! Friends, kalian nggak suka?”sahut Ana.
“Cuma Two Mell yang suka, sama kamu,” jawab Fizah,”aku nggak suka,”
“Aku tahu! Pasti Rina suka!” seru Ana,”Tuh Rina,”
“Hai teman-teman! Lagi ngomongin latihan IPA ya?” tanya Rina.
“Eh kok kamu tau sih? Suka IPA ya?” tanya Nida.
“Yeah, aku sangat suka! Ada yang tidak suka?” sahut Rina.
“Aku!” Nida dan Fizah tunjuk tangan.
“Kenapa? IPA kan banyak praktek, kan asyik, kali!” ujar Rina.
Kriingg… Bel masuk sekolah berbunyi. Semua anak menuju ke kelasnya masing-masing. Rizky segera menyiapkan doa. Setelah diperintah Bu Erna, semua anak langsung menuju lapangan olahraga.
“Cihui… Lapangannya besar! Eh, guru olahraga kita siapa?” sahut Melissa.
“Gurunya Pak Arif, Mels, aku tahu dari Ana,” jawab Melinda.
“Anak-anak, ayo kita berkumpul di bagian Barat lapangan!” perintah Pak Arif pada murid kelas 4-A dan 4-B,”Ayo buat 4 barisan! 1 barisan putri 4-A, 1 barisan putri 4-B, 1 barisan putra 4-A, dan 1 barisan putra 4-B!” Semua anak langsung berbaris dengan tertib.
“Istirahat di tempat….. grak!” ujar Pak Arif,” ya, anak-anak, materi untuk olahraga sekarang adalah sepak bola, jadi ayo buat kelompok 6 orang-6 orang, tim putri 4-A melawan putra 4-B, tim putri 4-B melawan putra 4-A, ayo! Yang tidak kebagian bisa menjadi pemain cadangan,” kata Pak Arif panjang lebar sambil membagi kelompok.
“Wah, seru, nih! Siapa yang mau ikut?” seru Melinda.
“Yang mau cuma Ana, Rina, dan kamu,” jawab Melissa,”aku nggak mau ikut,”
“Kenapa, Mels?” tanya Melinda.
“Yah, Cuma menghabiskan tenagaku, Meln!” jawab Melissa sambil berjalan menuju tempat duduk lapangan.
“Fiuh… Ana, Rina, ayo! Kalian mau ikut kan?” sahut Melinda,”ayo! Putri 4-B siapa lagi?”
“Itu, Ima dan Ita, kembar juga,” tunjuk Rina.
“Satu orang lagi, nih! Siapa dong?” tanya Melinda kebingungan.
Semua anak hanya mau menjadi pemain cadangan. Waduh, gimana nih?
“Aku saja deh!” seru Nida,”sebenarnya aku tidak mau, tapi demi 4-B aku mau deh!”
“Horee… Makasih Nida!” sahut Melinda.
Akhirnya, sepak bola tim putri 4-B melawan tim putra 4-A dimulai juga. Seru, lho! Mau nonton? Nggak boleh! Hehehe….
Melinda sangat senang bisa ikut pertandingan ini. Walaupun bukan pertandingan sungguhan, tapi sangat seru lho!
Ima mengoper bola ke Nida. Bola direbut oleh Ridho, anak laki-laki 4-A. Melinda segera merebut bola yang ada di kaki Ridho dan mengoper ke Ita. Ita mengoper ke Ana. Ana mengoper ke Rina yang ada di depan gawang dan….. Ah! Bola direbut oleh Dodi, dioper ke Ridho, direbut oleh Ima, dioper ke Melinda, dioper ke Rina dan…. gool…! Skor 1-0 untuk tim putri 4-B….!
Priiiiiittt…. peluit berbunyi. “Anak-anak, ayo kita kembali ke sekolah…,” ajak Pak Arif.
“Horeee… Tim kita menang….!!” sorak Ana.
“Ya, terima kasih juga sih buat Rina, yang udah menjebol gawang…!” seru Melinda. Setelah itu, dia meneguk air minumnya.
“Hhh… Haus juga panas begini, mana cape lagi habis main bola…,” sahut Melinda, sambil mendesah pada teman-temannya.
“Yeee… Habis salah sendiri mau main bola, jadi kecapekan begitu deh,” kata Melissa pada Melinda.
“Eh, tapi seru, lho..! Materi minggu depan kan masih bola, bagaimana kalo kita main….??” sahut Melinda sambil mencolek lengan Melissa yang tertutup baju olahraga.
“Hmm.. Gimana ya? Kalau aku cukup energi, sih, aku mau saja..,” Melissa memikirkan minggu depan.
“Huu…. lebai deehh…..!!” sahut Melinda dkk. (kecuali Melissa dong!)
“Ya.. ya.. aku ikut deehhh….,” desah Melissa,”hhhh…,”
“Yeesss…. bagus kalau begitu..!!” kata Melinda.


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>